Prosedur Memadamkan Kebarakan di Kapal

Prosedur memadamkan kebakaran di kapal
Setiap personil yang menemukan kebakaran diatas kapal harus segera membunyikan alarm dan datang untuk memadamkan kebakaran, menutup suplai udara sebanyak mungkin yang ada. Personil tidak harus memadamkan kebakaran sendirian tanpa membunyikan alarm kecuali kebakaran tersebut kecil sekali. Jika dianggap perlu tinggalakan lokasi kebakaran untuk mencari bantuan dan tentunya pintu kompartemen tersebut harus ditutup terlebih dahulu.

Kecepatan kapal sangat berpengaruh membuat kebakaran meluas dengan cepatnya, sehingga menjadi kebakaran tersebut tidak mungkin dikendalikan. Begitu kebakaran dilaporkan ke anjungan, alarm kebakaran harus segera dioperasikan, ventilasi listrik / mekanik dimatikan dan kapal juga menghentikan kecepatanyya, kemudian olah gerak sedemikian rupa sehingga sisi kebakaran berada dibawah angin.

Air harus segera di suplai pada fire main dengan tekanan penuh dan "Emergency Fire Pump" dijalankan. Sekoci penolong sebaiknya disiapkan untuk diluncurkan jika hal itu dianggap perlu.

Suatu tanda isyarat bahaya "XXX" atau "PAN PAN PAN" sebaiknya dikirim dengan memberi informasi posisi kapal yang akurat. Tanda ini tidak memerlukan kapal lain untuk datang membantu, namun kapal-kapal lain tersebut boleh menyiapkan diri untuk menyimpan haluan semulanya kearah kapal yang mengirimkan isyarat bahaya tersebut. Tanda isyarat bahaya yang dikirim diperlukan perhatian dari otorita setempat untuk mengetahui situasinya dan jika tanda urgensi berlangsung terus, pesawat  udara memungkinkan akan dikirim untuk mencari dan menemukannnya apa yang sedang terjadi. Pesan marabahaya harus dikirim dengan tahapan-tahapanya atau sesegera mungkin bila terjadi kebakaran serius atau ledakan, namun penting untuk membatalkan pesan urgensi (tanda bahaya) jika keadaan darurat tersebut telah berakhir.


Kebakaran di Ruang Akomodasi

Harus ditangani secepatnya jika dipertimbangkan banyak material-material yang mudah menyala ada di ruang tersebut dan sulit untuk mengisolasikan oksigen. Pintu-pintu, jendela-jendela sebaiknya ditutup dan sistim ventilasi dimatikan.


Kebakaran di Kamar Mesin

Kebakaran di kamar mesin memungkinkan banyak minyak terbakar. Jika kebakaran kecil tidak dapat dipadamkan dengan APAR yang tersedia, maka supply bahan bakar, ventilasi harus dimatikan dan jendela atas (sky lights) ditutup. Semprotan pancaran tirai (spray) dan kabut (fog) akan lebih efektif digunakan, namun jika kebakaran semakin serius (besar) maka sistim pemadam api tetap (Fixed installation) harus digunakan. Sistem pemadam CO2 bilamana digunakan, harus diyakini semua personil yang ada dalam ruangan kamar mesin sudah naik semua, namun gas CO2 kemungkinan tidak efektif jika terlalu lama dijalankan karena panas sudah terlalu tinggi. Setelah ruangann kamar mesin dibanjiri CO2, jangan dibuka paling tidak 10 menit hingga bahan-bahan yang terbakar temperaturnya telah dibawah temperatur penyalaan atau sudah dingin.

Memasuki ruangan kamar mesin harus dari tunel karena asap dan gas akan keluar melalui bagian atas kompartemen. Semprotan kabut atau tirai dari hydrant tunnel boleh dilakukan untuk mendinginkan panas yang ada dipermukaan dan melindungi regu pemadam yang masuk.


Kebakaran di Palkah

Jika kebakaran dideteksi oleh Fire Detector, biasanya akan lebih baik tidak membuka lubang palkah (hatches) tetapi tetap menyemprotkan gas (CO2 atau Halon) untuk smothering agar kompartemen terisolir dari udara dan gas tersebut turun secara perlahan memadamkan api dalam palkah tersebut. Perhatian harus dilakukan terhadap perambatan panas ke kompartemen sebelahnya dan untuk membatasi penjalaran panas laksanakan pendingin bilamana perlu. Setelah melakuakn smothering dengan gas, palkah jangan dibuka hingga kapal sampai dipelabuhan dan regu pemadam darat tiba di kapal. Dalam keadaan tertentu, membatasi kebakaran, layak ditangani langsung menggunakan selang pemadam, jika hal ini dilakukan, palkah tetap tidak boleh dibuka hingga semua peralatan pemadam disiapkan.

Untuk muatan Nitrat atau Sulphure, smothering gas mungkin tidak efektif, jadi media air disiapkan secepatnya. Untuk kebakaran muatan batu bara (coal) dan air dalam jumlah yang sedikit berbahaya karena pengeluaran gas-gasnya. Cara yang paling selamat dalam melakukan prosedur kebakaran muatan batu bara selama pelayaran adalah bila memungkinkan menuju pelabuhan terdekat yang tersedia fasilitas menutup ventilasi palkahnya dan pelaksanaan penyemprotan dengan pancaran tirai pada main deck terus dilakukan, begitu juga penyemprotan bulk heads untuk pedinginan. 


Kebakaran di Dapur

Kebakaran didapur kemungkinan berhubungan dengan panas fat dan minyak penggorengan. Foam dan CO2 adalah media yang paling cocok kebakaran ini. Air jangan digunakan untuk memadamkan kebakaran fat. Fire blanket (selimut api) harus terdesia di dapur dari kapal kelas 1.


Kebakaran Listrik

Air laut dan foam jangan digunakan sebagai media pemadam untuk kebakaran listrik, karena media tersebut sebagai penghantar listrik yang baik dan air tawar tidak digunakan bila voltase tinggi. CO2 dan tepung kimia adalah yang terbaik tetapi setelah itu akan meninggalkan kerak. Jangan lupa sumber lsitrik dimatikakn dulu.