Langkah Menyusun Balanced Scorecard

Langkah Menyusun Balanced Scorecard

Dalam artikel ini saya akan mencoba membahas tentang Balanced Scorecard. Sebenarnya Balanced Scorecard sangat mudah, yang penting kita dapat mengetahui tahap-tahap penyusunannya secara sistematis dan terukur. Berikut ini merupakan tahapan dalam persiapan penyusunan Balanced Scorecard:

  1. Melakukan proses input berguna dalam perumusan SWOT Balanced Scorecard. Tujuannya agar mengetahui mengenai informasi startegis apa yang harus didapatkan dalam persiapan pembuatan SWOT Balanced Scorecard.
  2. Mengembangkan timeline (ketepatan waktu). Tujuannya agar dapat menetapkan target berapa lama rentan waktu dalam penyusunan SWOT Balanced Scorecard ini hingga selesai.
  3. Membentuk teamwork berdasarkan metode OCAI (Organizational Culture Assessment Instrument). Tujuannya adalah menentukan hal-hal penting yang harus diketahui oleh setiap anggota dalam teamwork yang sesuai dengan nilai-nilai budaya organisasi yang sesuai dan tepat.
  4. Kuesioner riset SWOT. Tujuannya untuk penyusunan formulasi strategis yang berdasarkan faktor-faktor internal (kekuatan dan kelemahan) serta faktor-faktor eksternal (peluang dan ancaman).
  5. Identifikasi penyebab masalah, Bertujuan untuk menemukan permasalahan yang sebenarnya terjadi dalam Perusahaan.
  6. Menentukan tujuan dan sasaran strategis. Tujuannya agar untuk menentukan tujuan strategis dan sasaran yang startegis dengan tepat, sehingga mampu mengatasi permasalahan yang sedang dan akan dihadapi perusahaan.
  7. Menyusun isu strategis, formulasi strategis, tema strategis dan pemetaan strategis. Tujuannya untuk pengujian pada isu startegis dan tema strategis yang akan digunakan dalam Balanced Scorecard sudah cukup baik dan mendukung pencapaian visi dan misi perusahaan.
  8. Menentukan ukuran yang digunakan dalam SWOT BSC. Bertujuan dalam menentukan ukuran apa saja yang ingin dipakai dalam SWOT dan Balanced Scorecard, berikut bagaimana cara mengukurnya.
  9. Merumuskan Strategic Initiatives dan Key Performance Indicator dalam Bentuk lag dan lead indicator. Ini bertujuan untuk membuat startegic initiative dan penyusunan key performance indicators dalam bentuk lag dan lead indicator. Pada bagian ini akan dijelaskan perbandingan untuk ukuran hasil dengan pemicu kinerja.
  10. Memberikan bobot dan nilai untuk mengukur kinerja. Tujuannya adalah untuk mengkuantifikasi produktifitas atau kinerja ke dalam bentuk ukuran yang mudah dipahami.  
  11. Melakukan Cascading Balanced Scorecard. Bertujuan dalam mengukur objectives (O), menentukan pengukuran atau measurement (M), menentukan target yang dicapai (T), serta cara menemukan program (P) yang cocok dan menjadi prioritas. Selanjutnya OMTP didistribusikan dimulai dari tingkat atas, unit bisnis, sampai tingkat individual dalam bentuk kartu individu.
  12. Analisa Risiko Dengan Menggunakan Sistem Key Risk Indicators. Tujuannya adalah untuk menukur tingkat besarnya risiko serta melakukan antisipasi penanggulangannya.
  13. Analisa Anggaran dan Model Keuangan. Bertujuan dalam menyusun anggaran program yang telah disusun sebelumnya berikut perkiraan rasio-rasio keuangan yang akan diperoleh dalam rencana anggaran perusahaan.
Semoga artikel yang membahas Langkah Menyusun Balanced Scorecard dapat bermanfaat dan berguna bagi pembaca yang sedang mencari informasi tentang Balanced Scorecard.