Tugboat Buatan Jepang (NYK) Pertama Berbahan Bakar LNG Mendapat Pengakuan Pada Logistics Environment Awards ke-17

Tugboat Buatan Jepang (NYK) Pertama Berbahan Bakar LNG Mendapat Pengakuan Pada Logistics Environment Awards ke-17
Sumber: NYK.com

NYK, Wing Maritime Service Corporation, dan Keihin Dock Co Ltd menerima penghargaan “Technological Development Award” pada “annual Logistics Environment Awards” ke-17 (#1) yang disponsori oleh Japan Federation of Freight Industries (JFFI). Penghargaan ini memberikan pengakuan terhadap pengurangan dampak lingkungan akibat aktivitas kapal dilaut yang dicapai oleh Tugboat berbahan bakar LNG pertama buatan Jepang, Sakigake. Ini adalah ketiga kalinya sejak 2009, NYK menerima penghargaan ini yang di adakan tiap tahunnya. 

NYK telah melakukan penelitian dan pengembangan pada penggunaan bahan bakar LNG pada kapal untuk memenuhi peraturan tentang emisi CO2 yang berasal dari kapal (#2). Tb.Sakikage dilakukan serah terima pada bulan Agustus 2015. Tugboat ini dilengkapi dengan  dual-fuel engines yang dapat menggunakan bahar bakar LNG atau diesel oil. JFFI telah melakukan evaluasi terhadap penggunaan LNG pada kapal dan menemukan bahan bakar LNG memiliki sedikit dampak lingkungan akibat aktifitas kapal dibandingkan dengan penggunaan bahan bakar fuel oil. (#3)

Sesuai dengan rencana pengelolaan jangka menengah NYK Group, NYK telah menerapkan solusi kreatif, seperti pembangunan kapal pembawa mobil pertama di dunia berbahan bakar LNG dan Kapal bunker LNG. NYK juga berkontribusi dalam pengembangan secara continue pada bahan bakar LNG untuk kapal guna mengurangi dampak lingkungan akibat aktifitas kapal. 

(#1) Logistics Environment Awards
Penghargaan yang diberikan kepada Organisasi, Perusahaan dan Individu dari JFFI (Ketua: Yasumi Kudo) dalam upaya untuk melindungi dan meningkatkan kesadaran lingkungan di bidang logistik dan berkontribusi dalam perkembangan logistik.  Penghargaan ini dimulai pada tahun 2000 dan dilaksanakan tiap tahun.

(#2) Diperketatnya Peraturan Emisi CO2
Peraturan yang diterapkan pada kapal untuk mengendalikan emisi sulfur oksida (SOx), Nitrogen oksida (NOx), dan karbon dioksida (CO2) diperketat setiap tahunnya. Secara khusus, peraturan yang bertujuan untuk mengurangi emisi SOx dari kapal menjadi diperketat.  Batas emisi yang sebelumnya diangka 1.0% pada tahun 2015 dikurangi menjadi 0.1% pada area-area tertentu ( Laut Utara, wilayah Laut Baltik, dan daerah sekitar Amerika Utara). Diluar wilayah perairan yang disebutkan sebelumnya batas emisi akan berkurang dari batas sebelumnya 3.5% menjadi 0.5% pada tahun 2020 atau 2025.

(#3) Dampak Lingkungan dari Bahan Bakar LNG

Penggunaan LNG hampir menghilangkan seluruh emisi Sox dan partikel emisi dan pengoperasian kapal berbahan bakar LNG dapat menghasilkan pengurangan hampir semua SOx dan partikel emisi dibandingkan dengan kapal dengan bahan bakar fuel oil. Penggunaan LNG juga dapat mengurangi emisi CO2 sekitar 30% dan dapat mengurangi emisi NOx hingga 80%. Penggunaan bahan bakar LNG secara luas pada kapal mampu mengontrol esmisi gas efek rumah kaca.   


Ruang Marine