Prosedur Operasi Bunker Pada Kapal

Prosedur Operasi Bunker Pada Kapal


Pada artikel kali ini akan dibahas tentang Prosedur Operasi Bunker Pada Kapal. Pada saat proses bunker Kepala Kamar Mesin (KKM) harus langsung mengawasi seluruh pengoperasian bunker diatas kapal dan memastikan Bunker Safety Check List sudah diisi secara benar, serta mencatat dalam Oil Record Book setelah pelaksanaan bunker.

#Umum 

KKM bertanggung jawab penuh dan mengawasi semua pengoperasian bunker. Kerja sama yang baik harus dilakukan antara Masinis, Mualim dan juga orang terminal di darat atau tongkang minyak selama pengoperasian bunker.

KKM juga harus memastikan bahwa semua orang yang terkait dengan pengoperasian bunker tersebut sudah mengetahui sistem pipa minyak diatas kapal termasuk posisi dari pipa over flow dan pipa ventilasi udara, tangki over flow, pipa sounding dan alat pengukur permukaan. 

Bak penampung minyak yang cukup ukurannya harus diletakkan dibawah sambungan selang dan flange selama pengoperasian berlangsung. Bak penampungan ini harus dikosongkan bila ada minyak di dalamnya, dialirkan bila ada saluran pipanya atau ditimba seperlunya. 

Bila ada tumpahan minyak di deck harus segera dibersihkan dan dituang ke dalam tangki bunker. Tumpahan minyak tersebut tidak boleh dicuci  / dibuang kelaut.

Pada waktu bunker di dermaga, tali tros dan spring kapal harus diikat secara aman dan selalu dijaga ketegangannya, ukuran / jumlah tali tros dan spring harus disesuaikan dengan beban (kondisi angin) agar mengurangi pergerakan kapal.

KKM harus memastikan bahwa sistem komunikasi yang disepakati adalah yang terbaik dan memeriksa alat-alat komunikasi bekerja dengan baik.


#Prosedur Operasi Sebelum Bunker Pada Kapal

KKM harus menyounding seluruh tangki minyak, menghitung jumlah ROB didalam tangki, menentukan jumlah bunker yang akan diisi ke tiap tangki hingga batas yang aman (max. 80% volume) dan rencanakan urutan pengisian tangkinya, batas max. pengisian tersebut dimaksudkan untuk menghindari overflow bila kapal memasuki daerah bercuaca buruk yang menyebabkan kapal rolling dengan derajat kemiringan yang besar.

KKM harus memeriksa kondisi peralatan, baik peralatan dari pelabuhan atau peralatan yang dipasok oleh pencharter yang akan digunakan untuk operasi bunker dan akan melaporkannya kepada Nahkoda.

Mualim I/ Mualim juga harus memastikan bahwa seluruh lubang pembuangan yang ada di deck / main deck yang membatasi pipa peranginan udara, lubang pembuangan air deck utama harus disumbat selama operasi bunker.

Disiapkan bahan-bahan untuk penyerap minyak seperti pasir, serbuk gergaji, majun secukupnya untuk menjaga bila ada tumpahan/ tetesan minyak yang terjadi.

KKM harus meminta kepada pihak pemasok / supplier bunker untuk kecepatan pengisian (max rate) dan tekanan pengisian harus sesuai dengan batas yang diijinkan.

KKM harus meminta unit pengukuran yang dipakai oleh pemasok / supplier bunker (barrels, ton, long atau short / metric ton). KKM harus membuat aturan untuk menyounding tangki di tongkang atau flow meter di terminal. 

Sebelum memulai pemompaan minyak ke kapal kedua belah pihak harus sudah membuat persetujuan tentang tanda/isyarat yang digunakan sebagai contoh untuk memulai penyaluran minyak, slowdown, selesai bunker, emergency stop, etc.

KKM mempersiapkan permintaan oil boom / oil fence tertulis kepada pihak supplier. Surat permintaan oil boom / oil fence harus ditandatangani pihak kapal dan kapal bunker / supplier.


#Prosedur Selama Bunker Pada Kapal

Memulai bunker harus dengan pemompaan yang terendah, sehingga aliran dapat segera dihentikan bila ada terjadi kecelakaan. Tekanan aliran minyak juga harus dipantau saat memulai bunker untuk memastikan tekanan kerjanya tidak melebihi batas maksimalnya.

Pengukuran sounding harus diambil sesering mungkin sesuai kebutuhan Masinis yang bertanggung jawab. Katup pengisian ke tangki berikutnya (bila ada direncana pengisian) harus dibuka sebelum katup ke tangki yang sedang diisi ditutup. Kecepatan pengisian (filling rate) harus direndahkan pada saat tangki mulai penuh (topping off) dengan memberitau pihak darat / tongkang, demikian pula pemberitauan harus diberikan sebelum kecepatan pengisian dihentikan (selesai).

Selang-selang tersebut dan peralatan lainnya harus secara teratur diperiksa untuk mengetahui lebih dini terdeteksinya kebocoran atau kerusakan. Perhatian yang paling khusus adalah untuk menghindari terjepitnya selang diantara kapal dan dermaga.

Secara teratur memeriksa posisi boom / oil fence, terpasang sesuai dengan kebutuhan pencegahan pencemaran.


#Prosedur Tahap Penyelesaian Bunker Pada Kapal

Katup pengisian dikapal tidak boleh ditutup setelah pompa darat / tongkang dihentikan, setelah katup ditutup sisa minyak diselang harus dikeringkan.

Pasanglah blind flange pada pipa penerima bunker tersebut (manifold). Katup pengisian ke tangki juga harus ditutup.

Pengecekan sounding yang terakhir harus diambil dan dihitung jumlah minyak yang diterima berdasarkan Specific Gravity (SG) dan temperatur. Dengan cara yang sama pengukuran sounding juga dikakuan terhadap tongkang atau pembacaan flow meter didarat untuk mencocokkan dari jumlah yang dipasok dan diterima, bila ada ketidakcocokan (terlampau jauh berbeda) maka perlu diperiksa sebelum nota tanda terima bunker ditanda tangani.


#Prosedur Pengontrolan Kualitas 

Sebelum menerima bunker, KKM harus memeriksa spesifikasi dari minyak yang akan di supply tersebut dengan melihat surat sertifikasi dari minyak yang akan di supply menunjukkan minimum density, kandungan air, kadar sulphur dan viscosity (kekentalan) minyak tersebut.

Sample minyak harus diambil (minimal 500 cc) ke dalam botol pengambilan contoh tersbut harus disaksikan KKM, pihak pemasok / supplier dan bila ada pihak ke-3 (bunker surveyor). Hasil contoh minyak tersebut harus dikirim ke laboratorium darat untuk dianalisa tentang kandungan minyak tersebut dan hasilnya harus dikirim ke kapal, sehubungan dengan MARPOL 73/78 Annex VI tentang pencemaran udara yang disebabkan oleh mutu dari bahan bakar yang digunakan diatas kapal.

Sample minyak tersebut ada yang harus disimpan dikapal paling sedikit 6 bulan. Bila ada terjadi trouble mesin saat menggunakan minyak tersbut, maka contoh minyak tersebut harus dikirim ke laboratorium darat untuk dianalisa. 

Semoga artikel Prosedur Operasi Bunker Pada Kapal ini adalah informasi yang sedang anda cari. ^_^



Ruang Marine