Program Drill Dan Latihan Di Kapal

Program Drill Dan Latihan Di Kapal
Sebelum membahas program drill dan latihan di kapal, mari kita definisikan apa itu program, latihan dan drill.

Program: rencana periodik/selang waktu Drill dan latihan-latihan/Exercises yang harus dilakukan, yang bersifat teknis sesuai ketentuan peraturan Nasional, Negara Bendera, Internasional dan Peraturan Klasifikasi.

Drill: latihan yang dilakukan secara terus menerus dan berulang - ulang, merupakan metode praktis dalam meningkatkan keterampilan.

Exercises/Latihan: keterampilan atau simulasi/peragaan dalam mempergunakan peralatan keselamatan, kebakaran, atau pencegahan pencemaran lingkungan untuk mengatasi keadaan darurat.

#Program Drill Dan Latihan Di Kapal        
Dalam menjaga keamanan dan keselamatan di atas kapal. Beberapa program drill dan latihan yang harus dilakukan oleh crew kapal, diantaranya:

Program Drill Dan Latihan Di Kapal

  • Kebakaran, minimal dilakukan 1 bulan sekali atau apabila terjadi penggantian >25% dari jumlah awak kapal maka harus dilaksanakan dalam waktu 24 jam setelah kapal meninggalkan pelabuhan kecuali hendak berlayar di perairan sempit untuk berjaga - jaga. Dalam waktu 1 (satu) bulan ABK baru sudah harus menerima latihan untuk semua perlengkapan pemadam kebakaran. setiap drill emergency fire pump harus dihidupkan.
  • Menggunakan Sekoci dan Pengenalan Perlengkapan, 1 (satu) bulan sekali awak kapal baru harus sudah menerima latihan untuk semua perlengkapan peralatan sekoci termasuk menjalankan mesin sekoci. Latihan dilaksanakan dalam 24 Jam setelah kapal meninggalkan pelabuhan, apabila terjadi penggantian > 25% dari jumlah awak kapal.
  • Meninggalkan kapal (Abandon Ship) / Menurunkan Sekoci ke permukaan air, Sedikitnya sekali setiap 3 (tiga) bulan  setiap personil awak kapal harus berpartisipasi dalam latihan meninggalkan kapal termasuk menjalankan sekoci dan melakukan olah gerak di atas permukaan air. Sedangkan untuk freefall system latihan dilaksanakan sedikitnya sekali setiap 6 (enam) bulan.
  • Penyelamatan Orang Jatuh ke Laut (Man Overboard), Latihan MOB dapat disimulasikan bersama dengan pelaksanaan latihan penggunaan sekoci atau menurunkan sekoci ke air.
  • Menggunakan Life Raft, Latihan simulasi menggunakan life raft dapat dilaksanakan bersamaan dengan latihan penggunaan peralatan atau menurunkan sekoci ke air.
  • Penanggulangan Pencegahan Pencemaran (PPP) atau Latihan SOPEP, 1 (satu) bulan sekali latihan harus dikerjakan secara teratur oleh Mualim I, dibawah pimpinan Nakhoda.
  • Latihan Kemudi Darurat, 3 (tiga) bulan sekali (minimal) latihan hanya dilakukan pada saat kapal berada di laut bebas. Nakhoda dan KKM bertanggung jawab terlaksananya latihan tersebut.
  • Latihan Penggunaan Peralatan Keselamatan Jiwa, paling lambat dalam waktu 2 (dua) minggu, Awak kapal baru sudah harus diberi penjelasan menggunakan  peralatan keselamatan jiwa. 2 (dua) bulan sekali awak kapal harus sudah menerima teori dan praktek menggunakan peralatan keselamatan jiwa.
  • Latihan Operasi Kapal dan Helikopter, Nakhoda (Mualim II dan Masinis II) bertanggung jawab terlaksananya latihan tersebut secara teratur.
  • Latihan Penyelamatan Korban dari Ruang Tertutup (Tangki, Ruang Muat, Ballast, dll), Nakhoda (Mualim II dan Masinis II) bertanggung jawab terlaksananya latihan ini secara teratur. Latihan dapat dilakukan bersamaan dengan Penggunaan Peralatan Keselamatan Jiwa (butir 9).
  • Latihan Evakuasi Kecelakaan dari Kamar Mesin, Nakhoda (Mualim II dan Masinis II) bertanggung jawab terlaksananya latihan ini secara teratur. Latihan dapat dilakukan bersamaan dengan Latihan Kebakaran (butir 1).
  • Latihan Keadaan Darurat Global / Table Top (RPKD – Reaksi Penanggulangan Keadaan Darurat), latihan ini akan dilaksanakan dengan jadwal dari pihak - pihak terkait serta kebutuhan Perusahaan. Latihan ini dilakukan minimal sekali dalam setahun yang melibatkan kapal ( dipilh secara random).
  • Lifeboat Drill, 1 (satu) bulan sekali, dilakukan bersamaan dengan latihan peragaan  peralatan LSA dan bagaimana cara menurunkan sekoci.

#Pemimpin Drill dan Exercises di atas Kapal
Nakhoda bersama Mualim II dan Masinins II harus membuat suatu rencana Latihan dan Drill untuk awak kapal yang diperlukan di atas kapal, sesuai dengan kebutuhan dari awak kapal tersebut. Pelaksanaan latihan dan drill di atas kapal harus dipimpin oleh perwira senior atau perwira yang ditunjuk oleh Nakhoda dan berpengalaman.

Latihan dan drill di atas kapal adalah metode latihan yang paling efektif dan merupakan salah satu tugas Nakhoda untuk memastikan bahwa pengetahuan dan pengalaman dapat diperoleh melalui latihan dan drill yang efektif, familirisasi dan praktek - praktek kerja sesuai dengan Muster List.

Signal yang digunakan untuk memberitahu fire drill atau boat drill sesuai yang tercantum di Sijjil Keadaan Darurat. Nakhoda dapat memberikan rekomendasi ke kantor pusat bila ada bentuk - bentuk latihan yang tidak dapat dilaksanakan dengan baik di atas kapal. Jadwal pelatihan di atas kapal harus sesuai dengan persyaratan perundangan dan peraturan Nasional dan Internasional yang berlaku.

Nakhoda, Mualim II dan Masinis II harus melengkapi dengan jadwal pelatihan keselamatan yang diperbaharui setiap saat (up to date) dan diberikan  penilaian secara teratur. Latihan dan drill ditentukan jadwal dan periodenya. Setelah pelaksanaan diadakan penilaian / evaluasi dan direkam.

Semoga artikel tentang "Program Drill Dan Latihan Di Kapal" bisa bermanfaat bagi Pembaca.


Ruang Marine