Apa Itu Sistem FPSO (Floating Production Storage and Offloading)??

Sistem FPSO (Floating Production Storage and Offloading)

Sistem FPSO (Floating Production Storage and Offloading) sudah banyak digunakan secara luas oleh Perusahaan-perusahaan minyak untuk menyimpan minyak dari rig di tengah laut dan laut lepas. Sistem ini merupakan salah satu sistem terbaik yang dirancang untung pengembangan dalam industri eksplorasi minyak di wilayah laut. FPSO sendiri merupakan konversi dari sebuah kapal tanker atau kapal yang memang dibangun untuk kebutuhan Floating Production Storage and Offloading.

FPSO (Floating Production Storage dan Pembongkaran), seperti namanya adalah alat apung yang membantu kegiatan rig yang tidak hanya untuk menyimpan tetapi juga mengolah kualitas minyak sebelum akhirnya di salurkan ke industri yang membutuhkan menggunakan kapal tanker atau dengan bantuan pipa instalasi bawah laut.

Penggunaan sistem FPSO ini juga memberkan keuntungan bagi Perusahaan Peayaran karena Perusahaan tidak perlu mengeluarkan investasi lebih banyak lagi untuk mengangkut minyak mentah dan membawanya ke kilang minyak darat sebelum di distribusikan ke industri-industri yang membutuhkan. Dalam istilah sederhanya, FPSO menghemat waktu dan uang secara efektif.

Sistem FPSO (Floating Production Storage and Offloading)


Pemahaman Tentang FPSO

Berikut ini merupakan uraian fungsi dari FPSO sebagai suatu sistem:
  • Produksi: Huruf P dalam FPSO merupakan singkatan dari Production atau produksi. Produksi berarti pengembangan minyak mentah yang diperoleh dari dalam dasar laut. FPSO dilengkapi dengan peralatan yang berfungsi sebagai kilang untuk menyaring minyak dari air dan gas yang dikeluarkan dari production wells. Ini merupakan fungsi utama dan keunggulan dari FPSO sehingga masih digunakan sampai dengan saat ini. 
  • Penyimpanan: Huruf S dalam FPSO merupakan singkatan dari Storage atau penyimpanan. Selain berfungsi sebagai penyaring minyak mentah dari air dan gas pada saat proses produksi, FPSO juga memiliki fungsi sebagai penyimpanan. Untuk tujuan ini FPSO dilengkapi dengan beberapa instalasi pipa, tabung, dan tangki untuk menyimpan hasil penyulingan dari minyak mentah. Sistem penyimpanannya dibuat sedemikian rupa sehingga menghindari adanya kemungkinan tumpahan minyak yang tidak diinginkan dan pencemaran laut akibat proses produksi.
  • Offloading: Huruf O dalam FPSO merupakan singkatan dari Offloading atau pembongkaran/pemindahan. Aspek Offloading sangat penting ketika FPSO harus memindahkan minyak yang ke dalam kapal tanker pembawa minyak atau pipa bawah laut yang berfungsi untuk mentransfer minyak. Dalam istilah sederhananya, offloading merupakan pemindahan minyak dari FPSO ke kapal tanker atau pipa bawah laut. Proses Offloading merupakan bagian yang cukup rumit dan berbahaya karena membutuhkan konsentrasi dan fokus untuk menghindari terjadinya tumpahan minyak.  

Hal yang menarik adalah desain dari FPSO yang mengapung ditengah laut dengan memiliki sistem rumit yang terinstall di FPSO harus mampu menjaga kualitas minyak yang diperoleh dimana dalam waktu yang bersamaan terdapat beberapa faktor eksternal yang mempengaruhi performance dari FPSO seperti pasang surut, gelombang tinggi, dan cuaca buruk di tengah laut.   

FPSO adalah suatu sistem yang digunakan dari tahun 70an ketika eksplorasi minyak skala besar dimulai. Dalam empat dekade terakhir, eksplorasi menggunakan bantuan FPSO terus miningkat karena sistem ini di anggap mudah dan memungkinkan efisiensi biaya serta menjadi aset yang cukup besar dalam proses eksplorasi minyak diwilayah laut.

Ada kabar baik bagi industri perkapalan di Indonesia, bahwa FPSO yang sebelumnya akan dikonvesri atau dibuat di luar negri SKK Migas berencana akan mewajibkan kegiatan tersebut dilaksanakan di dalam negri. Ini memberikan dampak yang baik untuk peningkatan kualitas, infrastruktur dan sumber daya manusia dalam pembuatan FPSO.

Semoga tulisan ini bisa menambahkan sedikit wawasan pembaca tentang Apa Itu Sistem FPSO (Floating Production Storage and Offloading)??.


Ruang Marine