6 Teknologi Untuk Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar Kapal

6 Teknologi Untuk Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar Kapal

Mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi karbon adalah dua hal utama yang sangat diperhatikan dalam industri Pelayaran. Beberapa penelitian dan pengembangan telah dilakukan untuk membuat ultimate green ship. Industri terkait terus melakukan pengembangan menggunakan sumber energi alternatif untuk meningkatkan teknologi secara berkesinambungan.

Bahan bakar LNG, dual fuel engines dan modifikasi desain terus di eksplorasi untuk mengurangi biaya operational dan untuk menemukan cara pengembangan teknologi yang ramah lingkungan.

Pada artikel ini akan dibahas beberapa teknologi yang umum diterapkan dan beberapa teknologi terbaru untuk mengurangi konsumsi bahan bakar pada kapal.


1. Air Lubrication

Merupakan metode untuk mengurangi hambatan kapal antara lambung kapal dan air laut dengan menggunakan gelembung udara atau biasa dikenal dengan "Bubble Technology". Prinsip dari air lubrication adalah dengan memasukkan udara kebawah kapal sehingga menghasilkan gelembung kecil yang akan membantu mengurangi gesekan antara lambung kapal dan air laut.

6 Teknologi Untuk Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar Kapal

Penyebaran gelembung udara dipermukaan lambung mampu mengurangi hambatan pada lambung kapal, sehingga mampu menghemat energi. Dengan desain kapal yang baik, sistem air lubrication diperkirakan mampu mengurangi emisi CO2 sebesar 10-15% dan juga mampu menghemat penggunaan bahan bakar yang cukup tinggi.

Silverstream Technologies telah memasang sistem ini pada kapal Norwegian Cruise Line. Kapal ini merupakan kapal komersial pertama yang dipasang sistem ini untuk mengoptimalkan operational dan menjaga lingkungan dengan mengurangi emisi, serta mengurangi biaya bahan bakar. Sistem ini dapat dipasang pada kapal baru atau kapal yang sudah beroperasi dan lama pemasangan sistem ini sekitar 14 hari.


2. Pemasangan Tool Pada Propeller

Hyundai Heavy Industries (HHI) telah menggunakan sebuah perangkat hemat energi yang disebut dengan Hi-FIN yang terpasang di hub baling-baling kapal yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi propulsi.

6 Teknologi Untuk Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar Kapal

Berdasarkan catatan sepanjang tahun dari perangkat penghemat energi yang terpasang pada kapal LNG 162,000 m3, HHI menemukan bahwa Hi-FIN dapat menghemat kebutuhan bahan bakar hingga 2.5%. Jika rasio penghemat bahan bakar dihitung pada kapal container 8.600 TEU, pemilik atau operator kapal dapat menghemat sekitar $750.000 per tahun atau $19.000.000 selama kapal dioperasikan (estimasi 25 tahun).

Hi-FIN telah digunakan pada lebih dari 30 kapal dan diharapkan kapal-kapal lain LNG, VLCC, LPG dan container bisa menggunakan alat ini untuk menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi sehingga dampak lingkungan dari operational kapal dapat diminimalisir.


3. Sistem "Onboard DC Grid System"

Sistem ini diperkenalkan oleh ABB untuk membantu kapal mengurangi konsumsi bahan bakar, mengurangi kebisingan kamar mesin dan meminimalisir dampak lingkungan dari operasional kapal. Sistem yang memungkinkan mesin dapat berjalan pada berbagai variable kecepatan untuk efisiensi bahan bakar pada berbagai macam beban yang telah diindentifikasi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 27%.

6 Teknologi Untuk Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar Kapal

Selain mampu mengurangi konsumsi bahan bakar, sistem ini juga mampu mengurangi 30% kebisingan pada ruang mesin.


4. Memodifikasi Bow Kapal

Memodifikasi bow kapal adalah cara yang efisien untuk mengurangi konsumsi bahan bakar kapal. NYK Group dan Maersk Line telah menggunakan teknik ini dan mampu memberikan solusi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar kapal.

6 Teknologi Untuk Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar Kapal

NYK telah membuat bentuk bow yang mampu hemat energi untuk kapal container. Diperkirakan dengan meruah desain bow mampu mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) sebesar 23%, sedangkan Maersk mampu mengurangi penggunaan bahan bakar sekitar 8%. Clipper juga menemukan penghematan bahan bakar yang signifikan dengan metode yang sama.

DNV juga melakukan studi yang komprehensif untuk bentuk bow dalam hal efisiensi bahan bakar dan menemukan adanya penghematan kebutuhan bahan bakar pada setiap kapal yang telah dimodifikasikan bentuk bow nya.


5. Teknologi "Fuel Oil Emulsion (FOE)"

Teknologi ini merupakan solusi bahan bakar yang mampu membakar lebih sempurna daripada bahan bakar biasa, esmisi lebih rendah dan mesin bekerja dengan lebih dingin, sehingga perawatan terhadap mesin menjadi berkurang. 


Hal ini akan mampu mengurangi kebutuhan bahan bakar dan tingkat emisi lebih berkurang serta penghematan keuangan yang signifikan baru Perusahaan.

Percobaan secara langsung pernah dilakukan dan didapatkan bahwa FOE menunjukkan penurunan konsumsi bahan bakar dan emisi.


6. Tenaga Angin Dan Solar

Tenaga angin dipandang sebagai salah satu sumber energi alternatif paling menjanjikan untuk kapal. Berbagai metode/teknologi telah dilakukan untuk memanfaatkan kekuatan dari energi angin.

Sea trial yang dilakukan oleh Norsepower pada propulsi angin di dapatkan informasi bahwa mampu menghemat 2.6% bahan bakar dengan single small Rotor Sail.

6 Teknologi Untuk Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar Kapal

Sama seperti energi angin, tenaga surya juga sedang dilakukan pengembangan dan penelitian sebagai sumber energi alternatif pada kapal. Eco marine power telah berhasil menyelesaikan uji coba tenaga surya yang akan segera dirilis untuk penggunaan komersial


Terlepas dari teknologi dan metode yang disebutkan diatas, terdapat juga beberapa penelitian yang terus dikembangkan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar diantara dengan menggunakan cat anti-fouling, penggunaan software dan low fuel consumption marine engines.

Semoga artikel tentang 6 Teknologi Untuk Mengurangi Konsumsi Bahan Bakar Kapal bisa mendapat wawasan bagi pembaca.


Ruang Marine