Macam-Macam Zakat Dan Ketentuannya

Macam-Macam Zakat Dan Ketentuannya

Pada artikel kali ini akan dibahas macam-macam zakat dan Ketentuannya. Agar rezeki yang kita dapatkan tiap bulannya berkah dan bersih, mari sama-sama kita keluarkan kewajiban zakat sesuai dengan ketentuan yang ada. 

Perlu dipahami bahwa zakat merupakan hak orang lain, bukan hadiah atau pemberian dari orang yang mempunyai uang atau orang kaya ke orang miskin. Zakat adalah kewajiban yang harus dibayar atau dikeluarkan ke kelompok orang yang berhak menerima.

Seperti pada firman Allah SWT pada surat At-Taubah 103:
"Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensuci-kan mereka".

Sebaliknya Allah SWT membenci bagi orang yang enggan menzakatkan hartanya seperti yang tertuang pada firmanNya di surat At-Taubah 34-35"
"Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih pada hari dipanaskan emas perak itu dalam Neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang akibat dari yang kamu simpan itu"

Untuk mengetahui harta apa saja yang wajib dizakatkan, berikut list kriteria harta yang wajib dizakatkan:
  • Harta itu dimiliki secara sempurna (al-milkut taam)
  • Harta itu tumbuh (an-nama')
  • Harta itu memenuhi jumlah standard minimal (nisab)
  • Harta itu telah dimiliki untuk jangka waktu tertentu (haul)
  • Harta itu telah melebihi kebutuhan dasar
  • Pemiliknya bukan orang yang selamat dari hutang.

Sedangkan harta yang tidak wajib untuk dizakatkan adalah:
  • Uang yang dipinjam dan tidak jelas statusnya, akan kembali atau tidak.
  • Harta yang telah diwaqafkan untuk umat.
  • Harta untuk pihak tertentu secara massal.
  • Harta milik negara
  • Harta pinjaman.

Banyak orang kebingungan untuk menyalurkan kewajiban zakatnya kemana. Karena takut zakatnya tidak tepat sasaran dan tidak diterima. Menurut Firman Allah SWT pada surat At-Taubah 60:
"Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus zakat,para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalamperjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

Semoga dengan penjelasan di surat At-Taubah ayat ke-60 kita sudah memahami siapa-siapa saja yang berhak menerima zakat.

Setelah kita mengetahui apa itu zakat, harta yang seperti apa yang wajib dizakatkan, dan siapa yang berhak menerima zakat. Mari kita masuk kepembahasan inti mengenai macam-macam zakat dan ketentuannya:

I. Zakat Fitrah

Disyariatkan pertama kali pada bulan Sya'ban tahun kedua semenjak peristiwa hijrahnya nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah. 

Setiap muslim diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah di saat matahari telah terbenam pada akhir bulan Ramadhan dan lebih utama jika dibayarkan sebelum keluar shalat Idul Fitri dan bisa juga dikeluarkan zakatnya 2 hari sebelum Idul Firti, demi kebutuhan orang fakir. Dan haram melakukan pembayaran zakat fitrah sampai habis shalat dan apabila melakukan perbuatan tersebut, maka harus menggantinya 

Untuk kasus bayi yang dalam kandungan atau yang baru lahir menurut Jumhur ulama selain Imam Abu Hanifah ra mengatakan bahwa bayi yang lahir setelah terbenamnya matahari di malam satu syawwal, sudah wajib dizakatkan. Karena titik dimulainya kewajiban zakatnya itu disaat terbenamnya matahari di malam satu syawwal. 

Sedangkan Imam Abu Hanifah ra menyatakan bahwa batas awal wajibnya zakat fitrah adalah saat terbit fajar keesokan harinya. Jadi bila bayi lahir pada tanggal satu syawwal pagi hari setelah matahari terbit, harus dikeluarkan zakat fithrahnya. 

Ketentuan Zakat Fitrah
Kadar zakat fitrah yang wajib dikeluarkan adalah satu sha' dari makanan pokoknya, dan satu sha' untuk ukuran sekarang kira-kira 2,176 kg beras. Sesuai mazhab Hanafi, pembayaran boleh dikonversikan dalam bentuk uang seharga 1 sha'.


II. Zakat  Emas & Tabungan

Bila anda mempunyai simpanan emas sebesar 85 gram atau lebih, maka nominal tersebut sudah  masuk dalam batas minimal kewajiban membayar zakat emas, Besarnya zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5 % dari berat emas yang terakhir dimiliki. Yang disebut zakat tabungan adalah zakat harta yang disimpan dalam bentuk tunia atau rekening di bank atau bentuk lainnya. Harta ini tidak digunakan untuk mendapatkan penghasilan, hanya sekedar disimpan saja.Batas nisab dan haulnya sama seperti Zakat Emas.

Contoh: Anda mempunyai tabungan sebanyak Rp100.000.000. Setelah 1 tahun, maka anda harus mengeluarkan zakat 2,5 % dari tabungan anda, sebesar Rp2.500.000.

Sebagai referensi anda yang memiliki simpanan emas dan tabungan. Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 34 seperti yang di sebutkan diatas bahwa Allah akan memberikan siksa yang pedih bagi mereka yang menyimpang emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah SWT.


III. Zakat Profesi

zakat profesi adalah semua pemasukan dari hasil kerja dan usaha sesorang. Bentuknya bisa berbentuk gaji, insentif, fee, upah, honor dan sebagainya. Baik sifatnya tetap dan rutin atau bersifat sesekali.

Ada 2 pendapat tentang nominal pengali zakat berdasarkan gaji kotor apa gaji bersih. Untuk amannya saja. Lebih baik semua pendapatan yang diterima satu bulan dikalikan dengan nishab. 

Ketentuan Zakat Profesi
Nishab zakat profesi seharga dengan 520 kg beras. Kalau harga beras Rp. 10.000/kg, maka 520 x Rp. 10.000 = Rp. 5.200.000,-. Nishab ini akan bergantung kepada harga beras yang dimakan olehseseorang. Besarnya zakat profesi 2.5% dari gaji bulanan. Zakat profesi bisa dibayarkan setiap bulannya atau dikumpulkan dalam satu tahun, tapi kayaknya kalo dikumpulkan dalam 1 tahun agak berat ngeluarinnya, karena pasti terlihat besar sekali nominalnya ^_^, lebih baik dikeluarkan tiap bulannya, agar lebih enteng.


IV. Zakat Investasi

Zakat investasi harus dikeluarkan apabila nilai investasinya sudah seharga 85 gram emas atau kira-kira sebesar Rp 45.500.000. Jika nilai investasi anda sudah mencapai angka tersebut, anda wajib mengeluarkan zakat investasi sebesar 2.5% dari nominal investasi anda.

Perlu diingat apabila nilai investasi anda Rp 45.500.000 dan pada tahun depannya harga emas naik menjadi Rp 48.000.000 untuk 85 gramnya, maka anda tidak perlu membayar zakat ini, karena belum masuk nishabnya.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang sedang mencari informasi macam-macam zakat dan ketentuannya.


Ruang Reliji