Mutiara Di Pulau Sulawesi, Tana Toraja

Mutiara Di Pulau Sulawesi, Tana Toraja

Indonesia dengan keberagaman budaya dan bahasa memiliki banyak tempat wisata yang wajib dikunjungi. Bagi Pecinta traveling disaat hari libur, Tana Toraja sebaik nya bisa dijadikan list liburan tahun ini, Mutiara Di Pulau Sulawei, Tana Toraja ini memiliki objek-objek wisata terbaik di Sulawesi dan kebudayaan yang masih kental, serta unsur mistik yang bisa dirasakan ketika masuk diberbagai tempat wisata. ^_^



Sejarah

Ibu kota kabupaten salah satu Provinsi di Sulawesi Selatan ini adalah Makele dan pada tahun 2008 terjadi pemekaran dibagian utara wilayah ini menjadi Kabupaten Toraja Utara dengan ibu kota Rantepao. Kata Toraja sendiri berasal dari bahasa bugis "to riaja" yang berarti orang yang berdiam di bagian atas. Penamaan ini sejak abad sebelum abad ke-20 dan pada saat itu masyarakat masih menganut animisme (kepercayaan terhadap mahluk halus dan roh). Saat ini masyarakat Toraja sebagian besar menganut agama Kristen yang dibawa oleh Bangsa Belanda di tahun 1900an. 


Obyek Wisata

Tana Toraja memiliki beberapa obyek wisata yang bisa dikunjungi, diantaranya:

Makele

Daerah Makele cukup sejuk karena terletak sekitar 1500 dari permukaan laut. Tempat hiburannya hanya patung ditengah kolam besar. Menurut saya sih biasa aja untuk obyek wisata yang ini. 

Kete Kesu


Ruang Traveling: Kete Kesu

Kete Kesu terdapat 5 km dari Rantepao. Disini terdapat deretan Tongkonan (Rumah adat Toraja). Pertama saya melihat secara lagsung Tongkonan teringat rumah adat Batak. Konon katanya Tongkonan ini berumur ratusan tahun. Mungkin sudah banyak dipugar, tapi saya tidak bisa membedakan mana kayu-kayu asli yang sudah berumur ratusan tahun itu.


Ruang Traveling: Pemandangan dari tempat parkir Kete Kesu

Kampung Buntao

Ruang Traveling: Kampung Buntao



Pada saat hari pasar tempat ini banyak dikunjungi, sayangnya sewaktu saya kesana tidak ada pasar seperti yang diceritakan orang setempat. Letak tempat ini masih berdekatan dengan Kete Kesu. Saat berjalan keatas menggunakan tangga batu, sebelah kanan tangga akan kita temukan deretan tengkorang manusia. sereem tapi unik. Keren pokoknya tempatnya ^_^.

Ruang Traveling: Ini merupakan tengkorang manusia asli 


Bori


Batu-batu besar di tempat ini cukup unik. Dinamakan megalitih kuno dan biasanya digunakan penduduk setempat untuk melakukan upacara adat. Untuk menuju ketempat ini sebaiknya menggunakan motor, karena akses jalannya tidak terlalu lebar dan banyak bis-bis besar melewati jalan ini.

Heritage Hotel Toraja

Ruang Traveling: Heritage Toraja Hotel

Hotel yang terdapat di daerah Rantepao ini merupakan hotel terbesar di Rantepao, tapi secara perawatan fasilitas dan bangunan masih kurang baik. Keunikan bangunan dan wilayah hotel yang sangat unik menutupi kekurangan yang ada dan membuat nyaman bagi wisatawan yang suka hotel dengan unsur etnik.

Sebenarnya masih banyak tempat wisata di Toraja yang belum saya jelajahi. Mungkin kalo dikasi kesempatan berkunjung kesana lagi, bisa menjelajahi daerah lainnya di Tana Toraja ^_^.


Akses ke Toraja

Perjalanan menuju Toraja cukup memakan waktu. Jika kita berangkat dari Jakarta harus membeli tiket ke Makasar terlebih dahulu, selanjutnya melanjutkan perjaanan darat menggunakan bis selama 8-9 jam. Persinggahan di lakukan 2 kali. Sekali untuk ISOMA (Istirahat Sholat Makan), pemberhentian selanjutnya diberikan waktu 5-8 menit untuk ke toilet. Sepanjang perjalanan kita dapat menikmati beberapa kota di Sulawesi Selatan dan pemandangan yang asri serta jalanan yang berliku-liku. 


Bagi yang berminat bewisata ke Tana Toraja sebaiknya melihat jadwal diadakannya upacara adat, karena perayaannya sangat meriah dan akan diadakan pemotongan tedong (kerbau) yang harganya bisa mencapai ratusan bahkan 1 Milyar.

Ruang Traveling